Kasus Penimbunan Minyak Goreng di Banjar, Diduga Libatkan Istri Oknum Perwira Kepolisian Banjarmasin

Lokasi dan gudang penimbunan minyak goreng di Desa Tatah Layap Kabupaten Banjar sudah digaris polisi.(koranbanjarmasin.net)
Lokasi dan gudang penimbunan minyak goreng di Desa Tatah Layap Kabupaten Banjar sudah digaris polisi.(koranbanjarmasin.net)

Terkait dengan kasus penimbunan minyak goreng yang baru-baru tadi terungkap di Desa Tatah Layap, Kecamatan Tatah Makmur, Kabupaten Banjar, Kalsel, diduga pelaku berinisial ZK merupakan bandar besar narkoba di Kalimantan Selatan. Tak hanya itu, kasus ini juga diduga melibatkan istri oknum perwira kepolisian yang bertugas di Banjarmasin.

Koranbanjarmasin.netPenelusuran media ini kepada beberapa sumber terpercaya yang berhasil dihimpun jurnalis selama beberapa hari belakangan, kasus penimbunan minyak goreng yang disimpan di sebuah gudang pinggir Jl Soebarjo Desa Tatah Layap Kecamatan Tatah Makmur Kabupaten Banjar adalah buntut dari dugaan penangkapan satu kontainer obat zenith yang diduga di dalamnya terdapat sabu seberat kurang lebih 15 kilogram dan pil ekstasi (inek) yang jumlahnya belum diketahui.

“Ditangkap di Kota Palangka Raya Kalimantan Tengah oleh Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Mabes Polri,” ungkap sumber tersebut.

Dari hasil penyelidikan, pemilik barang haram itu ternyata milik warga asal Kota Banjarmasin, yakni diduga ZK, sehingga dilakukanlah pengembangan.

Bareskrim Mabes Polri kemudian melakukan pengembangan dengan cepat menuju Banjarmasin memburu ZK.

Mabes mengetahui keberadaan ZK, agar tak kehilangan jejak, Bareskrim Mabes Polri menangkap ZK saat tengah malam ketika berada di rumahnya di kawasan Jalan Sultan Adam Banjarmasin Utara.

“Kalau tidak salah, pada malam Jumat, sekitar pukul 2 dini hari, orang itu (ZK) dijemput Mabes Polri untuk dibawa ke Jakarta, saat itu orangnya sedang asik tidur,” ungkap Sumber.

Besok harinya, Jumat sekitar pukul 08.00 Wita, Bareskrim menyita sejumlah aset milik ZK baik berupa mobil, rumah yang berada di kawasan Handil Bakti Kabupaten Batola dan di kawasan Jalan Sultan Adam Banjarmasin.

Ada 8 unit mobil mewah milik ZK dititipkan di kantor KPPP Polresta  Banjarmasin, beserta barang bukti berupa 25 dos zenith.

Lebih mencengangkan, selain zenith juga diduga terdapat sabu seberat kurang lebih 15 Kg dan Ineks, namun sayangnya sumber tidak mengetahui berapa jumlah ineks.

“Katanya orang Mabes, sangat banyak,” ucapnya.

Tak lama kemudian, berkisar 2 jam,  tersangka ZK langsung dilarikan ke Jakarta menuju Mabes Polri dengan menggunakan pesawat.

“8 unit mobil dibawa menggunakan kapal barang di Pelabuhan Trisaki sedangkan barang bukti narkoba bersama tersangka ZK langsung dibawa menggunakan pesawat,” tuturnya.

Terkait penggerebekan gudang penimbunan minyak goreng di Desa Tatah Layap, diduga adalah salah satu aset milik ZK.

Namun menurut sumber dari warga sekitar gudang, penggerebekan gudang minyak goreng itu diduga buntut penangkapan ZK oleh Bareskrim Mabes Polri.

“Bukannya kemarin katanya, penggerebekan itu dilakukan oleh Mabes Polri terkait temuan narkoba sabu seberat 14 Kg (versi warga), ” tutur seorang sekuriti alat berat tak jauh dari gudang penimbunan minyak goreng.

Ditanya oleh media ini, darimana dan siapa yang memberitahu, dirinya menyebut nama inisial DW.

“Sebab dia yang meminjamkan palu dan alat apa gitu untuk membantu membuka gudang saya tanya ke DW siapa mereka, katanya itu dari Mabes ada tangkapan narkoba 14 kilogram,” ceritanya.

Bahkan sambungnya, DW diupah 500 ribu karena memberikan bantuan.

Media ini lanjut menelusuri pihak keluarga ZK di Sultan Adam, dan sempat komunikasi dengan seseorang yang mengaku keponakan ZK melalui hendpone.

“Nah kalau soal itu, ulun (saya) tidak berani dan tidak berwenang memberikan komentar, yang lebih pas pian ke anaknya aja,” kata seseorang itu.

Jurnalis mencoba menemui anak ZK bernama AZML ke cafe dan babershop miliknya, namun saat media ini bertanya dimana AZML, karyawan cafe tersebut mengatakan sudah pulang.

“Saya tak berani memberikan nomor teleponnya, pian coba aja ke rumahnya, atau tempat fitnesnya,” ucap pegawai cafe itu.

Tak ingin buang waktu, media ini bergegas menuju tempat fitnes tidak jauh dari cafe dan babbershop sekitar 500 meter.

Alhasil, AZML pun tidak berada di tempat fitnes. Ketika ditanya kepada karyawannya, lagi-lagi mereka mengatakan tidak tahu.

Masih dari hasil penelusuran media ini, diketahui ZK memiliki anak bernama AZML dan ZH. Suami ZH adalah seorang perwira Polresta Banjarmasin di Bagian Narkoba.

Kabar terakhir yang didapat, salah satu anaknya bernama ZH, istri perwira berpangkat Iptu ini diduga juga ikut dibawa Bareskrim Mabes Polri.

Hingga berita ini diturunkan, penelusuran masih terus dilakukan, salah satunya koranbanjar.net segera menemui seorang perwira berpangkat Iptu bidang Narkoba di Polresta Banjarmasin untuk konfirmasi.(yon/may)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *