Pendistribusian Air Bersih Macet, Komisi II Peringatkan PDAM Kotabaru

Kantor PDAM Kotabaru (foto: istimewa)
Kantor PDAM Kotabaru (foto: istimewa)

Pendistribusian air bersih di Kotabaru belakangan ini tidak lancar, sehingga menimbulkan keluhan bagi masyarakat. Masalah ini langsung mendapat respon dari Komisi II DPRD Kabupaten Kotabaru, hingga memberikan peringatan kepada Badan Usaha Milik Daerah tersebut agar segera mencari solusi.

Koranbanjarmasin.netKetua Komisi II DPRD Kotabaru, Awaludin mengingatkan kepada PDAM Kotabaru, jika ada pelanggan di daerah tertentu yang tidak teraliri air, harusnya PDAM membantu pendistribusian menggunakan mobil tangki.

“Harusnya dibantu distribusi menggunakan mobil tangki. Itu yang pertama,” ucap Awal, Selasa (14/6/2022).

Tak hanya itu, Awal juga mengapresiasi langkah yang sudah diambil PDAM dengan mengatur distribusi secara bergiliran, sebagai langkah antisipasi krisis air bersih tidak terjadi.

“Seperti yang diketahui bersama, persoalan keluhan layanan air bersih terjadi berulang-ulang terlebih menjelang musim kemarau” katanya.

Menurutnya, antisipasi jangka panjang mengatasi krisis air kerap kali diperbincangkan. Di antaranya, menambah embung untuk menambah debit air baku. Sayangnya, rencana itu tidak teralisasi hingga sekarang.

“Kan sebenarnya zaman kepala daerah sebelumnya sudah ada kajian itu (embung). Pakai kajian itu, kalau sumur bor tidak mampu,” tandas Awal.

Terlebih, satu-satunya cara mengatasi krisis air bersih di Kotabaru ini, hanya dengan menambah embung. Dinas terkait juga harus mengupayakan bisa dapat bantuan, terutama Dana Alokasi Khusus (DAK).

Sebelumnya, Humas PDAM Kotabaru Syarwani mengatakan, terganggunya distribusi air di wilayah itu disebabkan debit air tidak sebanding jumlah pelanggan.

“Jumlah pelanggan tidak seperti yang dulu. Sedangkan debit air, tetap itu,” terangnya.

Selain itu, wilayah layanan yang sekarang dikeluhkan adalah daerah tanjakan, sehingga harus menunggu pelanggan di wilayah yang terendah selesai menggunakan air.

“Tidak mungkin kan (air) ke atas dulu. Walaupun mengalir juga, ya paling malam. Karena, menunggu pelanggan yang di bawah sudah selesai,” pungkasnya.(cah/may)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *